GRESIK, PustakaJC.co – Anggaran sektor pendidikan dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Gresik mendapat tambahan sekitar Rp19 miliar. Penambahan tersebut diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan.
Dua kebutuhan utama menjadi prioritas dalam penggunaan tambahan anggaran tersebut, yakni revitalisasi sekolah dasar negeri yang mengalami kerusakan serta pengadaan komputer untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP Negeri. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (20/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S Hariyanto, mengatakan tambahan anggaran untuk sektor pendidikan mencapai sekitar Rp19 miliar.
“Dialokasikan untuk revitalisasi fisik dan pengadaan komputer TKA,” kata Hariyanto, Kamis, (20/8/2026).
Menurutnya, sebagian besar tambahan anggaran akan digunakan untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah dasar negeri yang mengalami kerusakan. Nilainya mencapai sekitar Rp14 miliar lebih.
Sementara itu, sekitar Rp4,3 miliar dialokasikan untuk pengadaan komputer yang akan digunakan sebagai penunjang pelaksanaan TKA bagi siswa jenjang SMP Negeri.
“Total penambahan anggaran mencapai Rp19 miliar. Itu terdiri dari sekitar Rp14 sekian miliar untuk revitalisasi sekolah yang rusak secara fisik di jenjang SD, kemudian sekitar Rp4,3 miliar untuk komputer dalam rangka mendukung TKA jenjang SMP,” jelasnya.
Penambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah dan pemenuhan kebutuhan perangkat pembelajaran.
Revitalisasi sekolah dasar negeri diharapkan dapat memperbaiki kondisi ruang dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan sekolah yang lebih aman dan layak.
Di sisi lain, pengadaan komputer menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan sekolah menghadapi pelaksanaan TKA jenjang SMP. Ketersediaan perangkat yang memadai diharapkan dapat membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan pelaksanaan asesmen tersebut.
Dengan tambahan anggaran Rp19 miliar, Pemkab Gresik memprioritaskan kebutuhan pendidikan yang dinilai mendesak, mulai dari pembenahan infrastruktur sekolah hingga kesiapan sarana pendukung pelaksanaan TKA. (ivan)