Warga Gresik Manfaatkan Sampah Jadi Energi Biogas

gresik | 21 Agustus 2026 18:07

Warga Gresik Manfaatkan Sampah Jadi Energi Biogas
Warga di Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Gresik saat dilakukan pembekalan tentang keselamatan dari bio gas. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Warga Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi energi biogas sekaligus aspek keselamatan dalam penggunaannya, Jumat, (21/8/2026).

 

Kegiatan tersebut digelar PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Gresik sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (21/8/2026).

 

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk melihat sampah organik bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi alternatif.

 

Dalam pelatihan tersebut, warga dikenalkan dengan pemanfaatan biogas skala kecil yang berasal dari limbah rumah tangga. Sampah seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan nasi dapat diolah melalui proses penguraian oleh bakteri anaerob di dalam biodigester.

 


Assistant Manager SDM, Umum dan CSR UP Gresik, Arief Wibowo, menjelaskan proses penguraian tersebut menghasilkan gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak.

 

“Selain menghasilkan energi alternatif, proses pengolahan juga menghasilkan biosluri, yaitu sisa penguraian yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” ujarnya.

 

Menurut Arief, pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif perlu disertai pemahaman mengenai aspek keselamatan. Karena itu, pelatihan tidak hanya membahas cara pemanfaatan biogas, tetapi juga penggunaan dan perawatan instalasi biodigester.

 

Materi keselamatan disampaikan oleh Officer K3 PLN NP UP Gresik. Warga diberikan pemahaman mengenai potensi risiko penggunaan biogas, pemeriksaan sederhana terhadap instalasi, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi tidak normal.

 

“Edukasi keselamatan menjadi penting karena biogas menghasilkan gas yang mudah terbakar. Masyarakat perlu memahami cara menggunakan dan merawat biodigester dengan benar, memastikan kondisi instalasi tetap aman, serta mengetahui langkah penanganan awal apabila terjadi potensi kebocoran maupun keadaan darurat,” jelasnya.

 

Selain edukasi mengenai penggunaan biogas, warga juga mengikuti praktik pemadaman api sederhana. Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan masyarakat apabila terjadi kebakaran.

 

Arief mengatakan pembekalan tersebut penting mengingat kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.

 

“Kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, sehingga pengetahuan dasar mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” katanya.

 

Melalui program tersebut, PLN NP UP Gresik berupaya mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan yang tetap memperhatikan keselamatan masyarakat.

 

Pengelolaan sampah organik menjadi biogas diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi warga Desa Pelemwatu. Sampah rumah tangga dapat dikurangi, sementara hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif dan pupuk organik.

 

Program ini juga diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap, mulai dari memilah sampah organik, mengolahnya menjadi energi, hingga menggunakan energi tersebut secara aman dan bertanggung jawab.

 

Dengan demikian, pemanfaatan biogas tidak hanya menjadi upaya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga bagian dari langkah masyarakat Gresik menuju pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan. (ivan)