Target Beroperasi Sebelum Akhir Oktober, 7.363 Rumah di Menganti Gresik Segera Nikmati Jargas

gresik | 18 September 2026 19:02

Target Beroperasi Sebelum Akhir Oktober, 7.363 Rumah di Menganti Gresik Segera Nikmati Jargas
Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi jargas di Kecamatan Menganti. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Sebanyak 7.363 Sambungan Rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ditargetkan beroperasi penuh sebelum akhir Oktober 2026. Proyek prioritas nasional ini dihadirkan untuk menekan subsidi LPG sekaligus mendorong efisiensi biaya energi masyarakat serta sektor UMKM lokal.

 

Kepastian operasional tersebut disampaikan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau lokasi jargas di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Jumat, (18/9/2026).

 

KSP Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa peninjauan ini dilakukan guna memastikan percepatan program swasembada energi nasional. Ia mencatat, dari target nasional tahun anggaran 2025–2026 sebanyak 120 ribu SR di 15 kabupaten/kota, capaian saat ini telah menembus sekitar 119 ribu SR. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (18/9/2026).

 

"Untuk Gresik ada 7.363 sambungan rumah dan Sidoarjo 7.223 sambungan rumah," ujar Dudung.

 

 

Secara fisik dan administrasi teknis, pembangunan jargas di Gresik telah rampung. Pihaknya mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan tahapan akhir agar efisiensi biaya energi dapat segera dirasakan warga.

 

"Masyarakat yang biasanya menghabiskan biaya setara tabung 7 kilo per bulan, dengan jargas bisa menekan pengeluaran hingga sekitar Rp20 ribu. Dengan begitu, beban subsidi LPG negara juga bisa dipangkas," tambangnya.

 

 

Dukungan Daerah dan Sektor UMKM

 

Pengembangan jargas di Menganti mencakup enam desa, yakni Desa Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengungkapkan bahwa Pemkab Gresik secara aktif mengusulkan wilayah Menganti karena kepadatan penduduknya yang tinggi serta besarnya aktivitas ekonomi produktif.

 

Menurut Gus Yani, selain memberikan bantuan kompor bagi tiap rumah tangga terpilih, jargas ini akan menjadi penopang utama efisiensi produksi para pelaku UMKM setempat, seperti industri kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Bolo, hingga industri logam di Desa Laban.

 

"Kami mengusulkan ini untuk menghemat biaya masyarakat. LPG tabung dikonversi ke gas alam yang tarifnya lebih murah dan pasokannya lebih stabil untuk produksi UMKM," kata Gus Yani.

 

 

Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat bahwa penunjukan Gresik kembali sebagai penerima alokasi jargas didasari oleh suksesnya pemanfaatan jargas tahap sebelumnya di Kecamatan Cerme pada 2022 yang mencapai tingkat okupansi hingga 90 persen.

 

Selain itu, status Gresik sebagai daerah penghasil gas menjadikannya kawasan strategis untuk perluasan jaringan energi bersih terintegrasi. Saat ini, pihak terkait sedang menuntaskan tahap akhir pengalokasian gas, perizinan melintas jalan, serta penetapan tarif resmi menjelang pengoperasian bulan depan. (ivan)