GRESIK, PustakaJC.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan memastikan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos). Melalui keterbukaan akses Portal Perlinsos Digital, warga Gresik kini dapat mengusulkan calon penerima yang dinilai layak sekaligus menyanggah data penerima yang dianggap tidak tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam kegiatan Rembuk Akur Warga 2026 bertema "Gresik Lebih Baik" yang digelar di GOR Raden Kromo Widjojo, Kecamatan Sidayu, Selasa, (13/10/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Yani ini menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang belum terjangkau perlindungan sosial di lingkungan masing-masing. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (15/10/2026).
"Bapak ibu semua nantinya akan menjadi agen Perlinsos. Panjenengan bisa ikut mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk untuk bantuan presiden," ujar Gus Yani di hadapan warga Sidayu.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa peran sebagai Agen Perlinsos merupakan gerakan kepedulian sosial yang bersifat sukarela tanpa imbalan materi.
"Perlu saya tegaskan, menjadi agen Perlinsos ini sifatnya sukarela. Tidak ada imbalan atau honorarium. Ini bentuk kepedulian kita bersama agar masyarakat yang membutuhkan bisa terjangkau bantuan," tegasnya.
Portal Perlinsos Digital sendiri merupakan sistem integrasi layanan milik Kementerian Sosial (Kemsos) yang terhubung langsung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Integrasi ini berfungsi memverifikasi keaslian identitas warga yang mengakses layanan usul-sanggah tersebut.
Guna mendukung pengoperasian portal ini, Pemkab Gresik melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gresik menyediakan layanan pendampingan dan aktivasi IKD bagi warga yang belum memilikinya. (ivan)