GRESIK, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada PT Smelting atas kontribusinya dalam pelestarian ekosistem mangrove sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Direktur PT Smelting Harry Pancasakti dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 di Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo, Selasa, (3/11/2026).
Apresiasi itu diberikan atas konsistensi PT Smelting menjalankan program konservasi lingkungan melalui penanaman mangrove, pengembangan inovasi ramah lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (6/11/2026).
Gubernur Khofifah mengatakan, pelestarian mangrove membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar upaya rehabilitasi lingkungan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, termasuk generasi muda terus memperkuat rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Khofifah.
Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan tersebut juga diisi dengan penanaman 8.100 bibit mangrove yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Smelting turut berpartisipasi dalam pameran pemangku kepentingan dengan memperkenalkan berbagai inovasi konservasi dan program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di Kabupaten Gresik.
Direktur PT Smelting Harry Pancasakti menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan perusahaan adalah mengurangi penggunaan sampah plastik polybag dalam pembibitan mangrove dengan menggantinya menggunakan daun pisang.
Selain mengurangi sampah plastik, perusahaan juga mendorong pemanfaatan potensi mangrove sebagai produk bernilai ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sharing tentang inovasi yang telah dilakukan untuk pengurangan sampah polybag dengan menggantinya menjadi daun pisang. Kami juga melakukan pemberdayaan UMKM untuk produk olahan mangrove dan menginisiasi ekowisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Harry.
Program konservasi mangrove PT Smelting telah dimulai sejak 2014 di kawasan Ujung Pangkah, tepatnya Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Pada 2026, perusahaan mulai mereplikasi program konservasi tersebut di wilayah Randuboto dengan komitmen penanaman sebanyak 30.000 pohon mangrove selama tiga tahun.
Hingga 2026, total mangrove yang telah ditanam PT Smelting mencapai 87.800 pohon. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik.
Program konservasi tersebut juga dilengkapi dengan pengembangan ekowisata melalui bantuan kapal dan pembangunan jalur tracking. Di bidang pendidikan lingkungan, perusahaan mendukung keberadaan greenhouse dan sekolah mangrove.
Sementara itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pengembangan UMKM, termasuk pengembangan kafe apung yang diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas. Selain menjaga fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir, keberadaannya juga diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Harry menegaskan, penghargaan dari Gubernur Jawa Timur menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Apresiasi dari Ibu Gubernur memacu kami untuk terus memperluas dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan komitmen kami untuk selalu tumbuh bersama masyarakat, memberdayakan komunitas, dan merawat bumi demi generasi mendatang,” tegasnya. (ivan)