GRESIK, PustakaJC.co - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) menggelar Forum Kolaborasi dan Dialog Publik bertema “Deteksi Dini untuk Selamatkan Generasi” di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jumat, (5/12/2025). Acara yang dihadiri seluruh Kepala Puskesmas se-Gresik ini membahas peran media dalam mengedukasi masyarakat tentang pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa masyarakat harus membiasakan diri memanfaatkan layanan kesehatan tidak hanya ketika sakit. Menurutnya, arahan Menteri Kesehatan menekankan pentingnya Puskesmas sebagai fasilitas layanan dasar yang mudah diakses warga. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Sabtu, (6/12/2025).
Gus Yani menyampaikan bahwa masih banyak warga menganggap pemeriksaan di Puskesmas membutuhkan biaya, padahal layanan kesehatan dasar dapat diakses gratis.
“Pemeriksaan kesehatan dasar harus menjadi langkah pencegahan. Jangan menunggu sakit untuk datang ke Puskesmas. Ini konsep yang perlu terus diinformasikan ke masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh Puskesmas memberikan pelayanan cepat dan responsif demi memudahkan masyarakat.
“Kalau ada warga sakit, Kepala Puskesmas harus bijak. Layani dulu. Dari tingkat satu ke tingkat tiga, kelas tiga sudah ditanggung UHC. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Bupati menyoroti penerapan Universal Health Coverage (UHC) yang memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Namun, ia mengakui beberapa layanan di rumah sakit masih terbatas karena aturan rujukan berjenjang yang ditetapkan pusat.
Saat ini terdapat tiga Puskesmas di Gresik yang belum memiliki fasilitas rawat inap. Gus Yani menegaskan bahwa pelayanan 24 jam harus menjadi standar ketika sarana dan prasarana telah lengkap.
“Gresik adalah kota industri, jadi pelayanan kesehatan 24 jam itu wajib,” katanya.
Dalam forum tersebut, Bupati kembali menekankan pentingnya program prioritas Kementerian Kesehatan terkait pemeriksaan kesehatan gratis secara masif. Ia meminta setiap Puskesmas aktif mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Cek, kontrol, dan terus cek kesehatan warga perlu keaktifan. Artinya Puskesmas harus turun ke bawah, keliling RT, RW, dan desa,” ujarnya.
Gus Yani juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinkes dan KWG yang dinilainya sebagai langkah tepat untuk memperluas jangkauan informasi ke publik.
“Langkah ini harus dicontoh OPD lain, termasuk Dinas PU yang punya banyak program penting untuk disampaikan ke masyarakat,” tambahnya.
Ketua KWG Miftahul Arif menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah hari ini KWG bersama Dinas Kesehatan berkolaborasi menghadirkan Pak Bupati, Polres, dan Kejaksaan Gresik karena semuanya memiliki keterkaitan,” jelasnya.
Ia berharap dialog publik ini mampu mendorong masyarakat lebih berani memeriksakan kesehatan sejak dini.
“Masih banyak warga yang takut cek kesehatan. Kami ingin masyarakat tidak takut lagi, dan Dinas Kesehatan semakin proaktif menolong warga,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan media untuk memperkuat edukasi tentang deteksi dini kesehatan sebagai upaya menyelamatkan generasi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Gresik. (ivan)