GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik masih menghadapi kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah satuan pendidikan. Hingga awal Januari 2026, tercatat 17 kursi kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP belum terisi, meski sebelumnya telah dilakukan pelantikan puluhan pejabat pendidikan.
Pelantikan terhadap 55 kepala sekolah—terdiri dari 2 SMP dan 53 SD—digelar pada Senin, (5/1/2026). Namun, data Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menunjukkan masih terdapat kekosongan yang disebabkan rendahnya minat guru untuk mendaftar sebagai kepala sekolah. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (9/1/2026).
Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dispendik Gresik, Dr. Nur Hamidah, menjelaskan bahwa kekosongan tersebut meliputi dua TK negeri, satu SMP, dan sisanya SD.
“Untuk SMP berada di SMPN 21 Panceng, sementara TK ada di TK Negeri Pembina Menganti dan TK Negeri Pembina Balongpanggang. Salah satu SD yang masih kosong berada di UPT 117 Benjeng,” ujar Hamidah, Jumat, (9/1/2026).
Menurut Hamidah, beban tanggung jawab yang besar membuat banyak guru enggan mengikuti seleksi kepala sekolah. Akibatnya, stok calon kepala sekolah menjadi terbatas.
“Minatnya memang rendah. Banyak guru tidak mengajukan diri sehingga regenerasi kepemimpinan sekolah terhambat,” jelasnya.
Saat ini, sejumlah sekolah masih dipimpin pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu pengisian jabatan definitif. Dispendik Gresik pun terus mendorong guru agar berani mengikuti seleksi dengan menjamin proses yang transparan dan tidak menyulitkan.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan sesuai Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, dengan mengedepankan manajemen talenta, prestasi, dan uji kompetensi.
“Prestasi dan kompetensi menjadi prioritas sebelum penempatan lokasi tugas,” tegasnya.
Dari total 71 kebutuhan kepala sekolah, Pemkab Gresik telah melantik 55 orang. Sisanya masih menunggu tahapan penyesuaian dan sementara diisi Plt. (ivan)