Warga Ring 1 KEK JIIPE Gresik Dibekali Pelatihan BKMS untuk Kemandirian Ekonomi

gresik | 21 Januari 2026 20:07

Warga Ring 1 KEK JIIPE Gresik Dibekali Pelatihan BKMS untuk Kemandirian Ekonomi
Program Pelatihan Kompetensi untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) memberikan pelatihan kompetensi kepada warga Ring 1 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik sebagai upaya mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri.

 

Sebanyak 40 peserta mengikuti Program Pelatihan Kompetensi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang berlangsung mulai 19 Januari hingga 6 Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Dilansir dari gresiksatu.com, Rabu, (21/1/2026).

 

Peserta dibagi ke dalam dua jenis pelatihan, yakni teknisi perawatan dan servis pendingin udara (AC) serta pelatihan menjahit. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki peluang usaha dan serapan tenaga kerja yang cukup besar.

 

 

 

Peserta berasal dari sembilan desa di sekitar KEK JIIPE, yaitu Manyarejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, Karangrejo, Banyuwangi, Bedanten, Tanjungwidoro, Kramat, dan Leran. Selain itu, pelatihan juga diikuti peserta dari unsur pendidikan, yakni SMK Yasmu, SMA Yasmu, dan SMK As Sa’adah.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, mengapresiasi inisiatif BKMS yang menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri dan kewirausahaan bagi masyarakat sekitar kawasan KEK.

 

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana. Ini merupakan ikhtiar jangka panjang untuk memperkuat kualitas SDM melalui pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kompetensi,” ujar Zainul, Selasa, (20/1/2026).

 

 

Zainul menegaskan, Disnaker Gresik tidak hanya fokus pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan berkelanjutan agar peserta dapat terserap di dunia kerja atau membuka usaha secara mandiri. Berdasarkan data Disnaker, sekitar 90 persen alumni pelatihan tahun 2024 berhasil terserap di dunia kerja, sementara alumni 2025 masih dalam proses pemantauan.

 

“Kami tidak melepas peserta begitu saja. Pendampingan tetap dilakukan agar mereka bisa bekerja atau menciptakan usaha sendiri,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Wido Eko Wardiono, menilai program ini sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan sektor industri dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

 

“Pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga menyiapkan masa depan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

 

 

Direktur HR & Logistik PT BKMS, Agung P. Guritno, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga memperkuat kapasitas warga Ring 1 KEK JIIPE agar mampu berdiri secara mandiri.

 

“Pelatihan ini kami hadirkan untuk membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekitar kawasan KEK JIIPE,” pungkasnya. (ivan)