Hama juga sering muncul, terutama bintik hitam pada daun yang bisa menyebabkan pembusukan.
“Kalau muncul bintik, langsung kami potong,” tambah Sugik.
Kebun tersebut kini sering menjadi tempat pelatihan warga, mahasiswa, hingga instansi pemerintah. Bahkan wisatawan asing pun datang.
“Kemarin ada wisatawan Belanda yang penasaran bagaimana vanili bisa tumbuh subur di lahan kecil di tengah kota,” ujar Sugik.
Lebih dari sekadar kebun, vanili Gayungan menjadi simbol kreativitas warga kota dalam menghadirkan nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi. Bukti bahwa ruang hijau tak harus berada jauh dari pusat kota—bahkan bisa tumbuh di sela-sela beton Surabaya. (ivan)