Selain dinobatkan sebagai kota terinovatif, Surabaya juga meraih penghargaan sebagai daerah dengan sebaran inovasi urusan pemerintahan konkuren terbanyak se-Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan Kementerian Dalam Negeri pada puncak acara IGA 2025 di Jakarta, Rabu, (10/12/2025).
Dari total 1.214 inovasi, sebanyak 355 inovasi berasal dari Pemkot Surabaya, sementara sisanya lahir dari masyarakat, perguruan tinggi, SMA/SMK, serta komunitas. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak secara nasional.
Irvan menegaskan, inovasi tidak berhenti pada prestasi, tetapi berdampak langsung pada indikator sosial ekonomi. Angka kemiskinan Surabaya turun dari 5,23 persen menjadi 3,56 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun dari 9,68 persen menjadi 4,84 persen, sementara Gini Rasio membaik dari 0,423 menjadi 0,381.
“Indikator ini menunjukkan inovasi yang kita jalankan benar-benar berdampak,” tegasnya.