SURABAYA, PustakaJC.co – Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat mendorong Pemerintah Kota Surabaya memperkuat strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) agar lebih agresif dalam mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menilai tantangan berkurangnya dana transfer ke daerah harus dijawab dengan peningkatan kinerja BUMD. Menurutnya, meski capaian dividen terus menunjukkan tren positif, optimalisasi lini bisnis tetap perlu diperkuat agar kontribusi terhadap pembangunan kota semakin besar. Dilansir dari jawapos.com, Sabtu, (27/12/2025).
“Dengan kondisi adanya pemotongan dana transfer, BUMD harus mampu menciptakan keuntungan yang lebih besar. Pengembangan usaha dan penguatan tata kelola menjadi kunci,” ujar Budi Leksono, Jumat, (26/12/2025).
Ia menyebut perubahan regulasi memberi ruang bagi badan usaha daerah untuk lebih leluasa mengeksplorasi potensi bisnis baru. Hal ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada pendapatan, tapi juga perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.
Selain itu, inovasi dinilai menjadi faktor penting agar BUMD mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan fiskal. Setiap unit usaha diharapkan berani membaca peluang pasar agar mampu memperluas segmentasi dan meningkatkan kontribusi pendapatan.
“Harus ada keberanian untuk berinovasi supaya target pasar semakin luas dan berdampak langsung pada peningkatan PAD,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengungkapkan realisasi dividen BUMD hingga awal Desember 2025 mencapai Rp204 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 4,75 persen dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya.
“Memang ada kenaikan dividen tahun ini dibanding tahun lalu. Tren positif ini akan terus kami pertahankan,” kata Vykka.
Ia menambahkan, pada tahun mendatang setoran dividen dari BUMD diproyeksikan kembali meningkat, meski belum merinci target nominalnya.
“Dividen dari BUMD diupayakan terus meningkat setiap tahun sebagai bagian dari penguatan pendapatan daerah,” pungkasnya. (ivan)