Satgas Antipreman Surabaya Libatkan TNI Polri dan Tokoh Lintas Suku

surabaya | 02 Januari 2026 09:31

Satgas Antipreman Surabaya Libatkan TNI Polri dan Tokoh Lintas Suku
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (dok detik)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya resmi membentuk Satgas Antipreman sebagai respons atas kasus pengusiran paksa yang dialami Nenek Elina Widjajanti (80) di kawasan Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep. Satgas ini tidak hanya melibatkan unsur TNI dan Polri, tetapi juga tokoh masyarakat dari berbagai suku yang ada di Kota Pahlawan.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembentukan satgas tersebut bertujuan mencegah praktik premanisme sekaligus menjamin rasa aman bagi seluruh warga. Langkah ini diambil setelah kasus yang menimpa Nenek Elina viral dan memicu keprihatinan publik. Dilansir dari detik.com, Jumat, (2/1/2026).

 

“Kalau ada kejadian seperti kemarin, yang mengatasnamakan ormas lalu melakukan tindakan premanisme, maka Surabaya membentuk Satgas Antipreman. Di dalamnya ada TNI, Polri, dan seluruh perwakilan suku yang ada di Surabaya,” ujar Eri, Kamis, (1/1/2026).

 

Eri menjelaskan, Satgas Antipreman akan memiliki posko utama yang berada di sekitar Inspektorat Kota Surabaya. Dari posko tersebut, tim akan bergerak berkeliling ke seluruh wilayah dengan penanggung jawab di masing-masing zona.

 

“Satgas ini akan berputar di setiap wilayah, ada penanggung jawabnya. Jadi pengawasan dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.