Keluhan serupa disampaikan Khusnul Khotimah. Menurutnya, rencana pemindahan pasca-Lebaran disampaikan secara mendadak tanpa sosialisasi sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan penurunan omzet dan terganggunya distribusi dagangan.
Dalam aksi tersebut, massa membawa poster penolakan, replika keranda, hingga seekor sapi sebagai simbol matinya mata pencaharian jika relokasi tetap dipaksakan. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Para pedagang mendesak Pemkot Surabaya dan DPRD untuk meninjau ulang kebijakan relokasi serta membuka ruang dialog agar keputusan yang diambil tidak merugikan pelaku usaha kecil. (ivan)