Pedagang RPH Pegirian Tolak Relokasi, Soroti Akses Jauh dan Minim Sosialisasi

surabaya | 12 Januari 2026 13:36

Pedagang RPH Pegirian Tolak Relokasi, Soroti Akses Jauh dan Minim Sosialisasi
Massa demo di DPRD Surabaya. (dok detik)

SURABAYA, PustakaJC.co – Ratusan pedagang Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin, (12/1/2026). Mereka menolak rencana relokasi aktivitas RPH ke kawasan Tambak Oso Wilangun yang dinilai tidak layak dan berisiko terhadap keselamatan serta keberlangsungan usaha.

 

Salah satu pedagang, Ayu, menilai lokasi baru terlalu jauh dari pusat aktivitas pembeli dan rawan kecelakaan. Ia juga menyayangkan keputusan relokasi yang disebut dilakukan tanpa musyawarah dengan pedagang. Dilansir  dari detik.com, Senin, (12/1/2026).

 

“Tempatnya kecil dan jauh. Kami sudah jualan puluhan tahun, tapi tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba diminta pindah,” ujar Ayu.

 

 

Keluhan serupa disampaikan Khusnul Khotimah. Menurutnya, rencana pemindahan pasca-Lebaran disampaikan secara mendadak tanpa sosialisasi sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan penurunan omzet dan terganggunya distribusi dagangan.

 

Dalam aksi tersebut, massa membawa poster penolakan, replika keranda, hingga seekor sapi sebagai simbol matinya mata pencaharian jika relokasi tetap dipaksakan. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.

 

Para pedagang mendesak Pemkot Surabaya dan DPRD untuk meninjau ulang kebijakan relokasi serta membuka ruang dialog agar keputusan yang diambil tidak merugikan pelaku usaha kecil. (ivan)