Pemkot Surabaya Tata Kawasan Ampel, RPH Pegirian Dipastikan Pindah

surabaya | 14 Januari 2026 18:59

Pemkot Surabaya Tata Kawasan Ampel, RPH Pegirian Dipastikan Pindah
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya ketika diwawancarai awak media selepas meninjau Hi-Tech Mall. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya memastikan rencana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian tetap berjalan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel. RPH tersebut akan dipindahkan ke Tambak Oso Wilangun (TOW) sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemindahan RPH Pegirian sejatinya direncanakan sejak 2019, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Saat ini, Pemkot kembali melanjutkan tahapan pemindahan secara bertahap. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (14/1/2026).

 

“Waktu itu terkendala Covid-19. Sehingga yang dipindah lebih dulu RPH babi, setelah itu baru RPH sapi,” ujar Eri Cahyadi saat meninjau Hi-Tech Mall Surabaya, Rabu, (14/1/2026).

 

 

 

Eri menegaskan, meskipun terdapat penolakan dari sejumlah pejagal sapi, pemerintah kota tetap melanjutkan kebijakan tersebut. Pemindahan RPH Pegirian dijadwalkan dilakukan setelah Idulfitri 2026.

 

“Kami sudah berdiskusi dan berkomunikasi. Namun karena kawasan ini akan ditata, pemindahan tetap harus dilakukan,” katanya.

 

Menurut Eri, lahan bekas RPH Pegirian akan dimanfaatkan untuk penataan parkir dan pengembangan UMKM kawasan religi Ampel. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan kenyamanan pengunjung.

 

“Konsepnya terintegrasi, tidak ada lagi parkir di jalan. Semua masuk ke dalam kawasan,” jelasnya.

 

Penataan kawasan Ampel, lanjut Eri, merupakan aspirasi masyarakat Surabaya dan ditujukan untuk mendukung aktivitas wisata religi dan ziarah. Pemkot memperkirakan penataan kawasan dapat mulai dilakukan pada akhir 2026 atau awal 2027 setelah proses pemindahan RPH selesai. (ivan)