Saat Kota Besar Bergelut dengan Banjir, Surabaya Diuntungkan Sistem Brantas

surabaya | 26 Januari 2026 06:19

 

 

 

Tokyo bahkan disebut The New York Times sebagai kota dengan risiko bencana paling kompleks. Kota ini dilalui lima sungai besar, puluhan sungai kecil, rawan badai dan cuaca ekstrem, berada di wilayah gempa, mengalami penurunan muka tanah, serta sebagian kawasannya berada di bawah permukaan laut.

 

Selain Tokyo, Tjuk juga menyoroti London dengan Thames Barrier, Rotterdam dengan Maeslantkering, serta Wuhan di China yang menerapkan konsep sponge city atau kota busa, yakni menyerap air hujan melalui taman dan infrastruktur berpori.

 

“Kota-kota itu membuktikan bahwa dengan investasi besar pada infrastruktur dan perencanaan kota yang matang, risiko banjir perkotaan bisa dikendalikan,” ujarnya.