Selain melakukan pemantauan visual, tim patroli juga mengambil sampel kualitas air sungai. Namun, dari sejumlah titik yang telah direncanakan, hanya satu sampel yang berhasil diambil. Hal tersebut disebabkan debit air sungai yang meningkat akibat hujan sehingga kondisi air bercampur dan menyulitkan proses pengambilan sampel.
“Hasil sementara menunjukkan pH air masih tergolong baik. Meski demikian, kami menemukan kondisi air yang berbusa dan berbau. Sampel tersebut akan diuji lebih lanjut untuk memastikan sumber pencemarannya,” jelas Imam.
Ia menambahkan, pemasangan papan larangan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, tiga papan larangan dipasang di wilayah Mojokerto karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan. Ke depan, papan peringatan serupa akan dipasang di titik-titik lain sepanjang aliran sungai.
“Total titik yang perlu dipasangi papan larangan masih cukup banyak. Untuk sementara kami pasang tiga terlebih dahulu, selanjutnya akan kami lanjutkan secara bertahap agar seluruh kawasan rawan bisa teredukasi,” tambahnya.