Flyover Taman Pelangi akan dibangun dengan konsep continuous flow, tanpa lampu lalu lintas. Pola ini memungkinkan kendaraan melaju terus dari arah Ahmad Yani menuju Jemur Gayungan maupun sebaliknya, tanpa berhenti di persimpangan.
Konsep tersebut, lanjut Eri, mengadopsi model Flyover Aloha di Sidoarjo yang terbukti efektif mengurai kemacetan.
“Tidak ada lampu merah. Arus dari Ahmad Yani langsung naik dan turun ke arah Jemur. Perputaran ada di atas, sehingga antrean bisa ditekan,” ujarnya.
Bundaran Taman Pelangi selama ini menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai arah, mulai dari Ahmad Yani, Rungkut, Jemursari, hingga pusat kota. Kondisi ini kerap memicu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.