Menurut Dedik, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi langkah awal membangun budaya kerja bakti yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Budaya gotong royong harus kita hidupkan kembali. Dengan kerja bakti rutin, diharapkan masyarakat semakin peduli lingkungan dan terbiasa memilah sampah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan digelar secara berkala, tidak hanya di kawasan pantai, tetapi juga di lingkungan permukiman, fasilitas publik, dan instansi pemerintah di seluruh wilayah Surabaya.
Aksi bersih pantai ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tanpa kesadaran kolektif, ancaman pencemaran pesisir akan terus membayangi masa depan lingkungan kota. (ivan)