SURABAYA, PustakaJC.co – Ribuan peserta turun langsung ke pesisir Pantai Kenjeran, Minggu, (15/2/2026) pagi, dalam aksi bersih pantai yang digelar Pemerintah Kota Surabaya. Hasilnya, sebanyak 2,7 ton sampah berhasil diangkut hanya dalam satu kegiatan.
Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dilansir dari suarasurabaya.net, Senin, (16/2/2026).
Kegiatan dipusatkan di kawasan pesisir Kenjeran, sekitar ikon Patung Suroboyo, dengan melibatkan sekitar 1.090 peserta dari berbagai unsur. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga warga setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan aksi bersih pantai dibagi ke dalam enam zona kerja, mencakup wilayah pesisir dekat permukiman hingga kawasan pantai berbatu.
“Hasilnya mencapai 2.743 kilogram atau sekitar 2,7 ton sampah,” ujarnya.
Seluruh sampah yang terkumpul kemudian dipilah, ditimbang, dan diangkut menggunakan dump truck untuk penanganan lebih lanjut. Sampah yang diangkut didominasi plastik, limbah rumah tangga, dan material non-organik lainnya.
Menurut Dedik, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi langkah awal membangun budaya kerja bakti yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Budaya gotong royong harus kita hidupkan kembali. Dengan kerja bakti rutin, diharapkan masyarakat semakin peduli lingkungan dan terbiasa memilah sampah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan digelar secara berkala, tidak hanya di kawasan pantai, tetapi juga di lingkungan permukiman, fasilitas publik, dan instansi pemerintah di seluruh wilayah Surabaya.
Aksi bersih pantai ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tanpa kesadaran kolektif, ancaman pencemaran pesisir akan terus membayangi masa depan lingkungan kota. (ivan)