Banjir Rob Lumpuhkan Jalur Surabaya–Gresik, Pemkot Maksimalkan Rumah Pompa dan Tutup Pintu Air Laut

surabaya | 17 Februari 2026 06:42

Banjir Rob Lumpuhkan Jalur Surabaya–Gresik, Pemkot Maksimalkan Rumah Pompa dan Tutup Pintu Air Laut
Jalan Tambak Osowilangun mengarah ke Surabaya tergenang banjir rob membuat kemacetan panjang. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Banjir rob yang merendam Jalan Tambak Osowilangun, Kota Surabaya, Senin, (16/2/2026) dini hari, sempat melumpuhkan arus lalu lintas utama penghubung Surabaya–Gresik. Pemerintah Kota bergerak cepat dengan mengoperasikan seluruh rumah pompa dan menutup pintu air laut guna mempercepat surutnya genangan.

 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan seluruh rumah pompa di kawasan terdampak langsung diaktifkan untuk mengurangi volume air yang menggenangi jalan. Dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (17/2/2026).

 

“Kami sudah jalankan semua rumah pompa, mulai Balong 1, Balong 2, sampai Kandangan. Pintu air kami tutup agar air laut tidak masuk, lalu air dari sisi Surabaya kami pompa keluar ke laut,” ujar Hidayat.

 

 

Genangan air sempat mencapai 30 hingga 40 sentimeter, menyebabkan kemacetan panjang yang didominasi kendaraan roda dua dan truk logistik. Meski jalur tersebut berstatus jalan nasional, Pemkot Surabaya tetap turun tangan untuk mempercepat penanganan.

 

Hidayat menegaskan, pihaknya telah membagi tim kerja menjadi tiga shift untuk memastikan penanganan berjalan tanpa henti. Instruksi itu sejalan dengan arahan Wali Kota Eri Cahyadi agar pengerukan saluran dilakukan secara rutin.

 

“Sejak Januari tidak ada hari tanpa pengerukan saluran. Bahkan semalam tim bekerja sampai pukul 04.30 WIB dan siangnya lanjut lagi,” tegasnya.

 

 

 

Selain mengoperasikan pompa, petugas juga membersihkan sampah yang menyumbat saluran air dan melakukan pengerukan Kali Anak menggunakan alat berat. Langkah ini dinilai penting agar aliran air tetap lancar dan tidak tertahan di kawasan permukiman maupun pergudangan.

 

Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan instansi terkait agar dibangun rumah pompa permanen di kawasan Kalianak dan Osowilangun.

 

“Kami berharap tahun ini bisa dibangun rumah pompa permanen, sehingga penanganan rob bisa lebih maksimal,” kata Hidayat.

 

[halamqn]

 

Sementara itu, kepolisian membuka kembali jalur lalu lintas secara bertahap setelah ketinggian air turun hingga sekitar 10 sentimeter. Sekitar pukul 12.00 WIB, arus kendaraan dilaporkan kembali normal.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir utara Surabaya masih rentan terdampak banjir rob, terutama saat pasang laut tinggi dan hujan deras terjadi bersamaan. Pemkot memastikan upaya mitigasi akan terus diperkuat untuk mencegah gangguan serupa di jalur vital ekonomi tersebut. (ivan)