Ia menambahkan, lonjakan permintaan untuk komoditas seperti daging dan cabai biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu sebelum Lebaran. Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan sehingga permintaan ikut melonjak.
Menurut Mia, pasar murah ini bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan.
“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.
Program pasar murah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kondisi ekonomi tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri. (ivan)