Pasar Murah Digelar Serentak di 31 Kecamatan Surabaya, 93 Titik Disiapkan Jelang Lebaran

surabaya | 01 Maret 2026 04:16

Pasar Murah Digelar Serentak di 31 Kecamatan Surabaya, 93 Titik Disiapkan Jelang Lebaran
Pemkot Surabaya gelar pasar murah di 31 kecamatan. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemkot menggelar pasar murah serentak di 31 kecamatan dengan total 93 titik lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan terjangkau.

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan pasar murah akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 2 Maret 2026 di 31 lokasi dan dilanjutkan 5 Maret 2026 di 62 lokasi lainnya. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (1/3/2026).

 

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Mia, Sabtu, (28/2/2026).

 

 

Ia menjelaskan, pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok penting, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, hingga bawang putih. Seluruh komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

 

Berdasarkan pemantauan di lapangan, beras, minyak goreng, dan gula masih menjadi komoditas paling banyak diburu warga. Selain itu, permintaan telur juga mulai meningkat seiring mendekatnya Lebaran, terutama untuk kebutuhan pembuatan kue.

 

“Kalau sekarang ini yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga sudah mulai banyak dicari,” kata Mia.

 

 

Ia menambahkan, lonjakan permintaan untuk komoditas seperti daging dan cabai biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu sebelum Lebaran. Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan sehingga permintaan ikut melonjak.

 

Menurut Mia, pasar murah ini bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan.

 

“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.

 

Program pasar murah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kondisi ekonomi tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri. (ivan)