SURABAYA, PustakaJC.co – Pintu Air Jagir menjadi salah satu infrastruktur vital yang berperan penting dalam sistem pengendalian banjir di Kota Surabaya. Bangunan yang terletak di kawasan Jagir ini telah berdiri sejak akhir abad ke-19 pada masa Hindia Belanda dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Selasa, (14/4/2026).
“Ketika musim hujan dan air laut pasang atau terjadi rob, tanpa Pintu Air Jagir, Surabaya berpotensi tergenang. Ini menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana sejak zaman Hindia Belanda,” jelasnya. Demikian dikutip dari surabaya.jawapos.com, Selasa, (14/4/2026).
Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, mengungkapkan bahwa awal keberadaan Pintu Air Jagir hanya berupa bendungan sederhana atau dam. Seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan air, pemerintah kolonial kemudian melakukan pembangunan lanjutan pada tahun 1917 yang menghasilkan struktur lebih tinggi, kokoh, dan dirancang untuk penggunaan jangka panjang.