Pintu Air Jagir, Benteng Pengendali Banjir Surabaya Sejak Era Kolonial

surabaya | 14 April 2026 12:48

Tak hanya berfungsi sebagai pengendali air, kawasan sekitar Jagir juga memiliki nilai historis. Lokasi ini menjadi salah satu titik perlawanan arek-arek Suroboyo dalam Pertempuran 10 November 1945, di mana para pejuang membangun barikade dan terlibat baku tembak dengan tentara Sekutu.

“Di sekitar Pintu Air Jagir pernah terjadi perlawanan. Para pejuang membuat barikade dan terjadi baku tembak dengan tentara Sekutu,” tambahnya.

Selain aspek sejarah, kawasan Jagir sejak dahulu dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi. Letaknya yang berdekatan dengan Pasar Wonokromo serta akses transportasi yang memadai menjadikan wilayah ini sebagai jalur perdagangan strategis yang terus berkembang hingga kini.

“Jalan Jagir tidak bisa dilepaskan dari dua pilar utama, yaitu ekonomi dan pembangunan. Sejak dulu kawasan ini sudah menjadi denyut aktivitas warga,” ungkap Wawan.

Dengan peran ganda sebagai infrastruktur pengendali banjir dan saksi sejarah perjuangan, Pintu Air Jagir menjadi salah satu aset penting yang mencerminkan perkembangan Kota Surabaya dari masa ke masa. (frcn)