Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga platform digital bagi UMKM melalui aplikasi E-Peken.
Tak hanya itu, ruang promosi juga disediakan, salah satunya melalui pameran produk di Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, guna meningkatkan visibilitas produk lokal.
Baktiono berharap pelaku UMKM tidak lagi bertahan dengan pola konvensional semata. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Sekarang zamannya digital. Kalau tidak mengikuti perkembangan, pasti kalah saing. Tapi kalau dimanfaatkan, peluangnya justru jauh lebih besar,” pungkasnya. (ivan)