UMKM Surabaya Didorong Go Digital DPRD Ingatkan Risiko Tersingkir Jika Abaikan Perubahan

surabaya | 29 Maret 2026 19:38

UMKM Surabaya Didorong Go Digital DPRD Ingatkan Risiko Tersingkir Jika Abaikan Perubahan
Ilustrasi pedagang menjajakan dagangannya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, mendorong pelaku UMKM agar tidak tertinggal dalam perkembangan bisnis digital. (dok jawapos)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co — Perubahan pola belanja masyarakat kian tak terbendung. Di era serba digital, transaksi online bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi kebutuhan, terlebih saat momen seperti Lebaran yang selalu dibarengi lonjakan permintaan.

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya pun angkat bicara. Anggota Komisi B, Baktiono, menegaskan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus segera beradaptasi dengan perkembangan digital jika tidak ingin kalah saing. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (29/3/2026).

 

“Fenomena bisnis digital tidak bisa dihindari. Ini tantangan baru bagi UMKM kita. Bahkan yang bukan produsen pun bisa berhasil lewat digitalisasi,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen harus dijawab dengan kesiapan pelaku usaha lokal. Digitalisasi justru membuka peluang besar untuk memperluas pasar tanpa batas geografis.

 

Namun, Baktiono juga mengingatkan adanya potensi risiko di balik pesatnya perdagangan online. Ia menyoroti praktik tidak sehat, seperti penjualan di bawah harga pasar hingga penipuan yang bisa merugikan konsumen dan pelaku usaha lain.

 

“Ada yang menjual di bawah harga produsen, bahkan dengan cara yang tidak benar. Ini harus diwaspadai,” tegasnya.

 

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga platform digital bagi UMKM melalui aplikasi E-Peken.

 

Tak hanya itu, ruang promosi juga disediakan, salah satunya melalui pameran produk di Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, guna meningkatkan visibilitas produk lokal.

 

Baktiono berharap pelaku UMKM tidak lagi bertahan dengan pola konvensional semata. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

 

“Sekarang zamannya digital. Kalau tidak mengikuti perkembangan, pasti kalah saing. Tapi kalau dimanfaatkan, peluangnya justru jauh lebih besar,” pungkasnya. (ivan)