Ia menambahkan, kesadaran terhadap risiko teknologi digital, termasuk artificial intelligence, menjadi hal penting. Ancaman yang muncul antara lain integritas akademik, cyberbullying, hingga paparan konten negatif.
Kegiatan ini diikuti 5.489 peserta, baik secara luring maupun daring, terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, pelajar, hingga Forum Anak Surabaya. Selain sosialisasi, acara juga diisi deklarasi komitmen Sekolah Ramah Digital dan talkshow bersama pakar lintas bidang.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkot Surabaya berharap tercipta ekosistem digital yang aman, sehat, dan berpihak pada tumbuh kembang anak. (ivan)