Harga Plastik Melonjak, Aktivitas Pemulung di TPS Surabaya Kian Ramai

surabaya | 12 April 2026 19:19

Harga Plastik Melonjak, Aktivitas Pemulung di TPS Surabaya Kian Ramai
Petugas DLH Surabaya sedang melakukan pengolahan sampah di TPS.  (dok Jawapos) 
SURABAYA, PustakaJC.co  – Kenaikan harga plastik belakangan ini memicu peningkatan aktivitas pemulung di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Surabaya. Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah kota karena dinilai mengganggu sistem pengelolaan sampah. 
 
 
“Masih banyak sampah plastik di lapangan. Karena harga naik, pemulung memanfaatkan situasi itu dengan memilah sampah langsung di TPS,” ujar Fikser, Demikian dikutip dari jawapos.com, minggu, (12/4/2026). 
 
 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa lonjakan harga plastik belum berdampak signifikan terhadap berkurangnya volume sampah plastik di TPS. Namun, kondisi tersebut justru dimanfaatkan oleh para pemulung untuk memilah sampah plastik langsung di lokasi.
 
 
Menurutnya, aktivitas pemulung di dalam area TPS justru menghambat proses pengangkutan sampah oleh petugas. Selain itu, keberadaan mereka juga mengurangi kapasitas penampungan, sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan sampah.
 
 
Fikser menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah penertiban terhadap aktivitas tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional pengelolaan sampah di TPS.
 
 
“Yang kami halau adalah aktivitas pemilahan di dalam TPS karena mengganggu proses pengangkutan. Volume sampah plastik sendiri masih tetap seperti biasa,” tegasnya.
 
 
Ia juga menyoroti dampak lain dari maraknya aktivitas pemulung, yakni berkurangnya ruang di TPS yang menyebabkan sampah meluber hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
 
 
Menindaklanjuti hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menginstruksikan penertiban di seluruh TPS. Langkah tersebut bertujuan agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan lingkungan kota tetap tertata dengan baik. (frcn)