SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Kota Surabaya menutup rangkaian Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 dengan capaian melampaui target. Nilai ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) menembus 2,73 juta dolar AS, sekaligus menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal melalui bursa kerja.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan capaian tersebut menjadi bukti industri lokal terus bergerak dan adaptif di tengah dinamika global. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (12/4/2026).
“Total ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi target,” ujarnya saat pelepasan ekspor di Grand City Convention Hall.
Awalnya, target ekspor hanya 1 juta dolar AS. Namun realisasi mencapai 2,73 juta dolar AS, didorong oleh pertemuan bisnis (business matching) dengan buyer internasional. Produk IKM Surabaya kini telah menjangkau pasar Oman, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, hingga Brunei Darussalam.
Tak hanya ekspor, Pemkot juga mencatat 36 IKM berhasil naik kelas setelah melalui proses kurasi ketat. Ke depan, pelaku usaha yang sukses ekspor akan dilibatkan sebagai mentor bagi IKM lain untuk memperkuat ekosistem industri lokal.
“Yang sudah berhasil akan menjadi mentor bagi pelaku usaha lain. Ini penting untuk menciptakan pembelajaran berkelanjutan,” tegas Eri.
Di sektor ketenagakerjaan, festival yang difasilitasi Performa Event Expertindo ini juga mencatat hasil signifikan. Sebanyak 1.200 lowongan kerja berhasil diisi oleh warga ber-KTP Surabaya melalui job fair yang digelar di Balai Pemuda.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan capaian ekspor berasal dari 36 IKM yang lolos kurasi dari sekitar 80 pendaftar. Mereka dipertemukan langsung dengan buyer, baik secara luring maupun daring.
“Hasilnya seluruh buyer melakukan pembelian. Total transaksi dalam Letter of Intent mencapai 2,7 juta dolar AS,” ungkapnya.
Dari sisi tenaga kerja, tercatat sekitar 3.000 pendaftar mengikuti seleksi, dengan 1.920 peserta lolos ke tahap lanjutan. Pemkot menargetkan lebih dari 1.000 tenaga kerja dapat terserap.
Sementara itu, CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menilai festival ini sebagai platform strategis yang mempertemukan industri dan tenaga kerja secara langsung.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” ujarnya.
Pemkot Surabaya memastikan akan melanjutkan program pendampingan ekspor dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kualitas SDM serta menekan angka pengangguran di Kota Pahlawan. (ivan)