SURABAYA, PustakaJC.co — PCNU Surabaya menyoroti berbagai persoalan umat, mulai dari maraknya pencurian kendaraan bermotor hingga ancaman penyalahgunaan narkoba dalam rokok elektrik. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal yang digelar di Kantor HBNO Jalan Bubutan, Senin, (13/4/2026).
Ketua PCNU Surabaya, Masduki Toha, menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa NU memiliki struktur hingga tingkat bawah sehingga mampu memahami kondisi riil umat.
“Masalah pencurian motor bukan lagi ratusan, tapi sudah ribuan kasus di Surabaya. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, senin, (13/4/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena rokok elektrik yang mulai disusupi narkoba dan berpotensi merusak generasi muda. Menurutnya, jika tidak ditangani serius, kondisi tersebut dapat berdampak pada masa depan anak-anak muda.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik dorongan sinergi tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan Kota Surabaya harus berbasis nilai keagamaan, khususnya Ahlusunnah Wal Jamaah, serta dilakukan secara kolaboratif.
Eri juga mencontohkan program pembinaan pemuda di tingkat RW dengan anggaran Rp5 juta per bulan yang diharapkan dapat didampingi oleh unsur NU maupun organisasi kepemudaan seperti Ansor.
“Keberhasilan pembangunan bukan soal siapa wali kotanya, tapi bagaimana semua pihak bergerak bersama,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini turut dihadiri Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Dzul Hilmi, Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto, serta perwakilan lintas agama dan partai politik di DPRD Surabaya.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta masa depan generasi muda di Kota Pahlawan. (frcn)