Langkah ini juga dibarengi dengan berbagai kebijakan pendukung, termasuk pengurangan penggunaan kendaraan pribadi bagi aparatur sipil negara. Pemkot ingin memastikan efisiensi energi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga pola kerja.
Eri menambahkan, kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional transisi energi bersih. Selain menekan konsumsi BBM, penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan mampu menurunkan emisi dan meningkatkan kualitas udara di Surabaya.
Langkah berani ini menegaskan arah baru Surabaya. Bukan sekadar efisiensi, tapi sinyal kuat bahwa kendaraan listrik mulai jadi standar baru di lingkungan pemerintahan. (ivan)