SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat langkah transisi energi dengan menargetkan kendaraan operasional beralih ke listrik. Sebagai tahap awal, sebanyak 80 unit kendaraan dinas resmi dilelang karena usia pakainya telah melebihi tujuh tahun.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Kota Pahlawan. Dilansir dari surabayapagi.com, Kamis, (16/4/2026):
“ASN kami imbau menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik. Bahkan opsi work from home (WFH) juga diterapkan sebagai bagian dari efisiensi,” ujar Eri, Rabu, (15/4/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan yang dilelang terdiri dari sepeda motor dan mobil dinas yang dinilai sudah tidak efisien. Proses lelang dilakukan bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang guna mempercepat tahapan penggantian armada.
Menurutnya, jika seluruh proses lelang rampung, Pemkot Surabaya akan langsung mengganti kendaraan tersebut dengan kendaraan listrik mulai Mei 2026. Skema yang digunakan bukan pembelian, melainkan sistem sewa agar lebih fleksibel dan hemat biaya.
“Hari ini ada sekitar 80 unit yang dilelang. Kalau semuanya sudah selesai, bulan Mei kita ganti dengan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil,” tegasnya.
Langkah ini juga dibarengi dengan berbagai kebijakan pendukung, termasuk pengurangan penggunaan kendaraan pribadi bagi aparatur sipil negara. Pemkot ingin memastikan efisiensi energi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga pola kerja.
Eri menambahkan, kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional transisi energi bersih. Selain menekan konsumsi BBM, penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan mampu menurunkan emisi dan meningkatkan kualitas udara di Surabaya.
Langkah berani ini menegaskan arah baru Surabaya. Bukan sekadar efisiensi, tapi sinyal kuat bahwa kendaraan listrik mulai jadi standar baru di lingkungan pemerintahan. (ivan)