Layanan Makkah Route di Surabaya Semakin Cepat, Proses Jemaah Kini Hanya 30 Detik–1 Menit

surabaya | 24 April 2026 19:28

Layanan Makkah Route di Surabaya Semakin Cepat, Proses Jemaah Kini Hanya 30 Detik–1 Menit
Jemaah haji dari Embarkasi Surabaya saat akan berangkat ke Tanah Suci. (dok. Radarsurabaya)
SURABAYA, PustakaJC.co — Layanan Makkah Route kembali diterapkan untuk memperlancar proses keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya. Sistem ini memungkinkan seluruh pemeriksaan dokumen keimigrasian diselesaikan di bandara keberangkatan, sehingga setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak lagi menghadapi antrean panjang, Jumat (24/4/2026).
 
Dengan skema tersebut, jemaah yang tiba di Tanah Suci dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi akomodasi tanpa harus melalui proses imigrasi yang berlarut-larut. Hal ini dilansir dari surabaya.jawapos.com, Jumat (24/4/2026).
 
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam sistem layanan tahun ini. Perubahan tersebut telah diuji melalui simulasi gladi bersih hingga proses pemberangkatan jemaah.
 
“Setelah kami lakukan simulasi gladi bersih dan pemberangkatan dalam beberapa hari ini mulai dari Asrama Haji sampai ke Makkah Route, mulai tahun ini ada perubahan di layanannya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
 
 
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya proses verifikasi masih dilakukan secara manual di konter, mulai dari pemeriksaan paspor, visa, hingga pengambilan biometrik seperti foto dan sidik jari.
 
“Kalau tahun lalu, setiap jemaah yang melewati konter Makkah Route masih harus antre satu per satu untuk dicek paspor, dokumen, visa, hingga foto dan sidik jari melalui mesin khusus,” jelasnya.
 
Kini, proses tersebut telah disederhanakan dengan penggunaan perangkat tablet oleh petugas imigrasi, sehingga seluruh tahapan dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.
 
 
“Nah, tahun ini itu sangat simpel sekali. Jadi begitu jemaah tiba di Makkah Route dan masuk tahap pemberian cap imigrasi, jemaah hanya perlu berdiri sebentar. Petugas sudah menyiapkan tablet untuk memverifikasi identitas, termasuk pengambilan sidik jari,” tambahnya.
 
Berkat inovasi tersebut, waktu pemrosesan tiap jemaah mengalami percepatan signifikan.
 
“Kemarin diperkirakan per jemaah itu prosesnya hanya memakan waktu maksimal 30 detik sampai 1 menit saja,” pungkasnya. (frchn)