Pasar “Maling” Wonokromo Ditutup, Riwayat Kawasan Remang-Remang Ikut Berakhir

surabaya | 24 April 2026 19:32

Pasar “Maling” Wonokromo Ditutup, Riwayat Kawasan Remang-Remang Ikut Berakhir
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meninjau pengaspalan sisi timur Jalan Raya Wonokromo yang selama bertahun-tahun digunakan sebagai lokasi Pasar Maling. (dok. Radarsurabaya)
SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Kota Surabaya resmi menutup aktivitas pasar informal yang selama ini dikenal sebagai “pasar maling” di kawasan Wonokromo. Penertiban dilakukan karena keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang badan jalan dinilai mengganggu arus lalu lintas dan memicu kemacetan, Jumat (24/4/2026).
 
Langkah ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang pasar yang pernah menjadi pusat jual beli barang bekas dengan harga terjangkau. Meski kerap mendapat stigma negatif, tidak seluruh barang yang diperdagangkan berasal dari hasil kejahatan.
 
Seorang warga senior, Suwardi, menuturkan bahwa pasar tersebut dahulu ramai oleh transaksi barang elektronik hingga kebutuhan rumah tangga bekas.
 
“Dulu memang ada yang jual barang ilegal, tapi tidak semuanya. Yang banyak itu barang bekas atau seken, apa saja ada di situ dan memang murah,” ujarnya, dikutip dari surabaya.jawapos.com, Jumat (24/4/2026).