Kejayaan pasar ini juga tidak lepas dari kondisi lingkungan sekitar yang dahulu dikenal sebagai kawasan hiburan malam kelas bawah. Di sepanjang rel kereta sisi timur Wonokromo, pernah berdiri lapak-lapak prostitusi dan tempat nongkrong yang menjual minuman keras.
“Di situ banyak warung, orang nongkrong sambil minum bir, arak, dan sebagainya,” kata Suwardi.
Selain itu, praktik perjudian juga disebut turut meramaikan kawasan tersebut pada malam hari. Aktivitas-aktivitas itu menjadi magnet yang mendatangkan pengunjung sekaligus menghidupkan denyut ekonomi informal di sekitar pasar.