Pasar “Maling” Wonokromo Ditutup, Riwayat Kawasan Remang-Remang Ikut Berakhir

surabaya | 24 April 2026 19:32

 
Namun, kondisi berubah drastis setelah penertiban kawasan prostitusi pada masa Wali Kota Tri Rismaharini. Penataan dilakukan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik lahan di sekitar rel.
 
“Sejak itu pengunjung pasar maling turun drastis, tidak sampai 50 persen. Orang-orang yang biasa datang, termasuk yang main judi, sudah tidak mampir lagi,” jelasnya.
 
Seiring menurunnya jumlah pengunjung, jumlah pedagang pun ikut menyusut signifikan, dari ratusan menjadi kurang dari 20 orang.