Ia menambahkan, seluruh hasil pendataan langsung diinput melalui aplikasi khusus. “Aplikasi yang kami buat digunakan untuk merekam data, sehingga hasil pengambilan data langsung dimasukkan secara digital,” katanya.
Program ini juga diperkuat melalui skema home visit dengan melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH). Melalui pendekatan ini, data kesehatan warga dapat dihimpun lebih rinci dan terhubung langsung dengan sistem pusat milik Dinas Kesehatan.
Seluruh data dari puskesmas kemudian dikumpulkan, divalidasi, dan dianalisis sebelum ditampilkan dalam dashboard pemantauan. Integrasi tersebut juga mencakup rekam medis elektronik dari tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr. Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.