Menurutnya, digitalisasi menjadi indikator awal keberhasilan reformasi sistem parkir di lapangan. “Dengan sistem non tunai, terjadi peningkatan retribusi,” tambahnya.
Dari total pendapatan parkir Kota Surabaya yang mencapai sekitar Rp6,5 miliar, kontribusi parkir digital tercatat sebesar Rp550 juta atau sekitar 8,5 persen. Metode pembayaran yang paling banyak digunakan masyarakat adalah QRIS, disusul voucher parkir, dan kartu uang elektronik (tapping).
“QRIS paling banyak digunakan, kemudian voucher, lalu tapping,” jelas Affan.