Surabaya Perkuat Imunisasi untuk Cegah Ancaman Campak pada Anak

surabaya | 06 Mei 2026 22:08

Surabaya Perkuat Imunisasi untuk Cegah Ancaman Campak pada Anak
Anak-anak di Surabaya saat mengikuti imunisasi campak di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Rabu (6/5). (dok radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan program imunisasi sebagai langkah preventif untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit menular, khususnya campak. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Bunda PAUD Kota Surabaya. 

Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani, turun langsung meninjau pelaksanaan imunisasi di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak. Ia menyoroti bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan imunisasi justru berasal dari kekhawatiran orang tua.

“Kadang ibunya lebih takut dibanding anaknya, sehingga anak ikut tidak tenang. Kami hadir untuk meyakinkan bahwa imunisasi ini adalah langkah preventif agar anak-anak terhindar dari penyakit yang tidak terduga,” ujarnya. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Rabu, (6/5/2026).

Rini mengimbau para orang tua untuk rutin memeriksa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan imunisasi dasar. Ia juga menyarankan penggunaan pengingat di ponsel agar jadwal imunisasi anak tidak terlewat.

“Jangan sampai karena kesibukan, hak anak untuk mendapatkan kekebalan tubuh terabaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa campak bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terdapat kasus kematian akibat campak di sejumlah wilayah lain.

“Ada informasi terdapat 17 kasus meninggal dunia di wilayah lain. Ini membuktikan bahwa dampak campak bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua di Surabaya untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak di fasilitas kesehatan terdekat.

“Imunisasi sangat penting sebagai upaya preventif agar anak terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa hingga awal Mei 2026 capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) telah mencapai 37,23 persen atau sekitar 11.446 anak dari target 30.797 anak.

“Secara data, progres kita sudah sesuai target bulanan. Namun tantangan utama adalah mobilitas warga yang tinggi, sehingga ada sasaran yang tidak hadir saat pelaksanaan,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), ia memastikan penanganan tersedia secara cepat dan gratis.

“Jika ada reaksi pasca imunisasi, segera lapor. Petugas kami akan langsung menangani tanpa biaya. Jangan jadikan KIPI sebagai alasan untuk tidak mengimunisasikan anak, karena manfaatnya jauh lebih besar,” pungkasnya. (frchn)