Sebagai langkah antisipasi, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke 10 sekolah langsung menarik seluruh menu yang telah didistribusikan. Mereka juga menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh siswa hanya mengalami gejala ringan dan kondisi mereka terus dipantau oleh tenaga medis.
“Total SPPG ini melayani 10 sekolah, dan gejala yang muncul pada siswa tergolong ringan,” kata Billy.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. (frchn)