Warga Gubeng Keluhkan KIS Nonaktif, Ning Ais Siap Kawal Solusi dan Perbaikan Kampung

surabaya | 23 Mei 2026 21:15

Warga Gubeng Keluhkan KIS Nonaktif, Ning Ais Siap Kawal Solusi dan Perbaikan Kampung
Anggota DPRD Kota Surabaya, Ning Ais Shafiyah Asfar, menggelar kegiatan reses bersama warga di kawasan Gubeng Jaya 3, Kecamatan Gubeng. (dok tribunjatim)

SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota DPRD Kota Surabaya, Ning Ais Shafiyah Asfar, kembali menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses yang digelar di kawasan Gubeng Jaya 3, Kecamatan Gubeng, Jumat (22/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari layanan kesehatan hingga kebutuhan peningkatan fasilitas lingkungan kampung.

“Kalau ada warga yang KIS-nya nonaktif atau ada kendala layanan kesehatan, jangan dipendam sendiri. Sampaikan supaya bisa kita bantu proses pendampingannya,” ujar Ning Ais. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, Sabtu (23/5/2026).

Salah satu keluhan utama datang dari warga yang mengalami kendala kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS) nonaktif sehingga menghambat akses pelayanan kesehatan bagi keluarga mereka. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada bantuan pemerintah untuk memperoleh layanan medis.

Menanggapi aduan itu, Ning Ais meminta masyarakat tidak segan melapor apabila mengalami persoalan administrasi kesehatan. Menurutnya, laporan warga sangat penting agar proses pendampingan dan pencarian solusi dapat segera dilakukan.

Ia menegaskan bahwa akses kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terjamin, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Selain persoalan kesehatan, warga juga mengusulkan peningkatan fasilitas lingkungan kampung agar aktivitas masyarakat menjadi lebih nyaman. Sejumlah fasilitas dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga.

Menurut Ning Ais, aspirasi terkait fasilitas kampung tetap menjadi hal penting meskipun terlihat sederhana. Ia menilai perbaikan lingkungan dapat memberikan dampak besar terhadap kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kadang yang dibutuhkan warga itu sederhana, tetapi dampaknya besar bagi lingkungan sekitar. Karena itu, aspirasi fasilitas kampung tetap akan kami dorong agar mendapat perhatian,” katanya.

Politisi perempuan tersebut memastikan seluruh aspirasi yang masuk dalam kegiatan reses akan dikawal dan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Surabaya agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan reses itu, ia berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Kota Surabaya terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan warga dapat lebih cepat didengar dan diperjuangkan bersama. (frchn)