Difabel Surabaya Berkarya Lewat Seni, IKD Jadi Rumah Tumbuh dan Harapan

surabaya | 24 Mei 2026 12:12

 

Komunitas yang resmi berdiri pada 2 Juli 2020 itu kini membina sekitar 50 anak difabel aktif di bidang seni, mulai musik, tari, hingga lukis. Mereka berasal dari berbagai latar belakang disabilitas seperti tunanetra, tuli, autisme, down syndrome, hingga tuna daksa.

 

Latihan rutin biasanya digelar di Taman Flora Surabaya. Suasana hangat terlihat ketika anak-anak berkumpul membawa alat musik, perlengkapan melukis, hingga kostum tari sambil didampingi relawan.

 

Tak hanya mengembangkan bakat seni, IKD juga telah merilis album lagu bertajuk karya anak-anak binaan. Salah satu lagu yang cukup dikenal berjudul Terang dalam Gulita.

 

Selain menjadi ruang kreativitas, IKD juga berkembang menjadi rumah singgah bagi penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan ekonomi maupun tidak memiliki tempat tinggal.