Difabel Surabaya Berkarya Lewat Seni, IKD Jadi Rumah Tumbuh dan Harapan

surabaya | 24 Mei 2026 12:12

 

Rumah singgah yang berada di kawasan Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya itu kini dihuni sekitar 12 orang, mulai penyintas stroke, penyandang amputasi, hingga difabel yatim piatu.

 

“Rumah ini kami siapkan agar teman-teman difabel tetap punya tempat pulang dan bisa hidup bersama secara layak,” kata Andy.

 

Untuk memenuhi kebutuhan operasional rumah singgah, komunitas tersebut memproduksi kopi dan wedang uwuh bersama para penghuni difabel. Produk itu dipasarkan sebagai bentuk usaha mandiri sekaligus donasi sosial.

 

Wedang uwuh dijual Rp50 ribu per paket isi 10 sachet, sementara kopi dibanderol Rp25 ribu per 250 gram.

 

“Akhirnya kami berpikir bagaimana caranya tetap bisa bayar listrik, air, dan makan sehari-hari. Maka kopi dan wedang uwuh ini kami jual. Jadi membeli produk kami sama dengan berdonasi,” ujarnya.