Reses Budi Leksono di Tembok Dukuh, Warga Surabaya Keluhkan Biaya Sekolah dan Sulitnya Cari Kerja

surabaya | 25 Mei 2026 18:26

Reses Budi Leksono di Tembok Dukuh, Warga Surabaya Keluhkan Biaya Sekolah dan Sulitnya Cari Kerja
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono (tengah) bersama Wawali Armudji (paling kanan) mendengar keluhan warga Tembok Dukuh. (dok radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Persoalan biaya pendidikan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan masih menjadi perhatian utama masyarakat Kota Surabaya. Keluhan tersebut mencuat saat anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menggelar kegiatan reses bersama warga di kawasan Tembok Dukuh, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan semakin berat, mulai dari biaya sekolah anak hingga terbatasnya akses informasi lowongan pekerjaan.

Salah satu warga, Irma, mengaku kesulitan membayar SPP anaknya yang bersekolah di SLB Bangun Bangsa kawasan Pasar Keling. Ia mengatakan pengajuan bantuan pendidikan sebenarnya sudah diajukan melalui pihak kelurahan sejak beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum ada kepastian.

“Sudah diajukan sejak beberapa bulan lalu, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,” ujarnya. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Senin, (25/5/2026).

Selain persoalan pendidikan, warga juga berharap pemerintah dapat membantu membuka akses informasi pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat di tingkat kampung.

Roslina, warga RT 1 RW 7 Tembok Dukuh, meminta adanya perhatian lebih terhadap masyarakat yang hingga kini masih kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Budi Leksono yang akrab disapa Buleks mengatakan persoalan pendidikan dan lapangan pekerjaan memang menjadi keluhan yang paling sering muncul dalam agenda reses.

“Persoalan SPP dan kebutuhan pekerjaan memang paling banyak disampaikan warga. Ini menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat masih perlu mendapat perhatian serius,” kata Buleks.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Kami tampung seluruh aspirasi masyarakat. Persoalan pendidikan menyangkut masa depan anak, sementara pekerjaan menyangkut keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan DPRD Surabaya akan mendorong agar bantuan pendidikan maupun akses informasi lowongan kerja dapat lebih mudah dijangkau masyarakat hingga tingkat kampung.

Dalam kegiatan reses tersebut, Buleks hadir bersama Wakil Wali Kota Armudji. Keduanya juga membagikan bingkisan kepada warga yang hadir.

Menurut Buleks, kegiatan reses menjadi sarana penting untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga kondisi ekonomi keluarga. (frchn)