SURABAYA, PustakaJC.co - Kota Pahlawan mulai menguji strategi baru dalam meningkatkan produksi perikanan dengan menggabungkan budidaya tambak dan ekosistem mangrove melalui konsep silvofishery. Pendekatan ini dikembangkan untuk menjaga kawasan pesisir tetap produktif sekaligus memperkuat perlindungan lingkungan dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.
Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya kini disiapkan sebagai pusat pengembangan riset sistem budidaya perikanan berbasis silvofishery. Konsep tersebut mengintegrasikan penanaman mangrove dengan aktivitas tambak agar ekosistem pesisir tetap terjaga tanpa mengurangi hasil produksi perikanan masyarakat. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (26/5/2026).
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan berbagai penelitian menunjukkan keberadaan mangrove justru mampu meningkatkan kualitas ekosistem tambak dan mendukung produktivitas hasil budidaya.
“Selama ini banyak yang mengira kalau tambak ditanami mangrove hasil ikannya akan berkurang. Faktanya dari penelitian yang ada, justru produktivitas bisa meningkat karena ekosistemnya menjadi lebih alami,” ujar Agus, Senin, (25/5/2026).