Surabaya Borong Penghargaan Nasional, Raih Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri

surabaya | 09 Juni 2026 06:58

Surabaya Borong Penghargaan Nasional, Raih Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan Kota Surabaya dalam penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, dan inovasi pembiayaan pembangunan. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berkat keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting, Kota Pahlawan meraih dua penghargaan dalam Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Yogyakarta.

 

Penghargaan tersebut masing-masing Terbaik II Tingkat Kota untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting serta Terbaik I Tingkat Kota pada kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif). Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (9/6/2026).

 

Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Atas capaian tersebut, Pemkot Surabaya memperoleh dana insentif dengan total mencapai Rp5 miliar.

 

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Hariadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

 

“Pemkot mensinergikan penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting dengan melibatkan peran aktif seluruh ASN, OPD, Kader Surabaya Hebat, pengurus RT/RW, akademisi, hingga instansi vertikal lainnya melalui program Kampung Pancasila,” ujarnya, Senin, (8/6/2026).

 

 

Menurut Syamsul, berbagai program sosial yang selama ini dijalankan menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Beberapa program unggulan yang terus diperkuat antara lain Kampung Pancasila, Satu KK Satu Sarjana, Padat Karya, Satu RW Satu Nakes, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), hingga Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

 

Ia menegaskan seluruh program tersebut dipantau secara berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaannya di lapangan.

 

“Program ini terus kami jaga konsistensi dan efektivitasnya. Pelaksanaannya dipantau melalui evaluasi langsung dan berkala yang dipimpin Wali Kota bersama Satgas Kampung Pancasila,” katanya.

 

Selain mengandalkan program sosial, Pemkot Surabaya juga memanfaatkan teknologi melalui aplikasi pemantauan program serta membuka ruang partisipasi masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk Hotline Wali Kota Surabaya.

 

Di sisi lain, penghargaan Creative Financing diberikan karena keberhasilan Surabaya menghadirkan alternatif pembiayaan pembangunan melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat, sehingga tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

“Dengan adanya penghargaan ini, kami berkomitmen untuk terus mempertahankan tren positif guna mewujudkan kesejahteraan warga yang merata dan bebas stunting,” pungkas Syamsul. (ivan)