Sementara itu, Lurah Jambangan Sanni Noerna Safaah mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Menurutnya, biopori jumbo memberikan manfaat lebih luas dibandingkan biopori konvensional karena dapat berfungsi sebagai sumur resapan sekaligus sarana budidaya ikan.
"Selain sebagai sumur resapan untuk mengurangi genangan air, biopori jumbo juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya lele. Bahkan apabila dilengkapi pompa portabel, air yang tersimpan dapat digunakan sebagai sumber air untuk penanganan awal kebakaran," katanya.
Ia menilai inovasi tersebut sangat relevan diterapkan di wilayah Jambangan yang berada di sekitar aliran Sungai Brantas dan masih memiliki sejumlah titik rawan banjir.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Surabaya menargetkan peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 89 persen menjadi 95 persen, penurunan kasus DBD hingga 30 persen, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi model penguatan layanan kesehatan primer berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Surabaya maupun daerah lainnya. (nov)