Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada 22 Perusahaan melalui Anugerah Investa Surabaya 2025

surabaya | 24 Juni 2026 09:44

Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menjelaskan bahwa AIS tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perusahaan besar dan pelaku UMKM lokal.

Berbagai sektor usaha ikut berpartisipasi dalam penghargaan ini, mulai dari real estate, perhotelan, restoran dan kafe, industri, rumah sakit, perdagangan, jasa, hingga UMKM.

Sebelum ditetapkan sebagai penerima penghargaan, para peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan penilaian, termasuk pengisian kuesioner terkait kepatuhan perizinan dan evaluasi terhadap kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Dari 35 nominasi, terpilih 22 pelaku usaha terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan berupa plakat dan sertifikat Anugerah Investa Surabaya sebagai Terbaik I, II, dan III, serta kategori khusus UMKM,” kata Lasidi.

Ia berharap iklim investasi yang semakin kondusif dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Surabaya.

“Tentunya kami berharap dengan investasi yang semakin tumbuh akan semakin memperkecil angka pengangguran terbuka di Kota Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Litigasi dan Perizinan PT PAL Indonesia, Muhammad Tezar Emiral, yang turut menerima penghargaan AIS 2026, mengapresiasi kemudahan sistem perizinan yang diterapkan Pemkot Surabaya melalui DPMPTSP.

Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Keberadaan kami di Surabaya tidak terlepas dari amanat negara. Investasi yang dimaksud bukan hanya membantu pendapatan daerah, tetapi juga meningkatkan lapangan kerja di sekitarnya, serta mengentaskan kemiskinan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," ujarnya. (nov)