Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada 22 Perusahaan melalui Anugerah Investa Surabaya 2025

surabaya | 24 Juni 2026 09:44

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada 22 Perusahaan melalui Anugerah Investa Surabaya 2025
Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada 22 Perusahaan melalui Anugerah Investa Surabaya 2025

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Anugerah Investa Surabaya (AIS) 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mengusung tema “Surabaya Gerbang Investasi Kelas Dunia”, kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kota Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Dalam ajang tersebut, sebanyak 22 perusahaan menerima penghargaan karena dinilai taat terhadap ketentuan perizinan serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kota Surabaya sepanjang tahun 2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi pemerintah kepada investor yang telah berkomitmen mendukung pembangunan kota.

Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian, yakni besaran investasi yang ditanamkan di Surabaya, kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi perizinan, serta komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga kerja dari warga Surabaya.

“Kami ingin investasi di Surabaya ini legal, aman, dan nyaman. Ketika investasi masuk, ada pergerakan ekonomi. Mereka butuh pekerja, pekerjanya dari warga Surabaya. Mereka butuh makan untuk pekerjanya, menunya bisa disuplai oleh UMKM Kota Surabaya," ujar Eri Cahyadi.

Untuk mendukung peningkatan investasi, Pemkot Surabaya juga telah menghadirkan Klinik Investasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Fasilitas tersebut disiapkan guna mempermudah pelaku usaha dalam berkonsultasi maupun mengurus berbagai kebutuhan perizinan.

Eri menegaskan seluruh proses perizinan harus berjalan transparan dan bebas dari praktik yang merugikan investor. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha segera melapor apabila menemui kendala dalam proses pelayanan.

"Kalau ada yang bermain dengan izin atau kesulitan, langsung bisa menghubungi saya secara langsung atau melalui hotline lapor Cak Eri. Karena, pajak-pajak dari investor inilah yang kami kembalikan ke warga dalam bentuk pendidikan gratis, kesehatan gratis, hingga bangun rumah tidak layak huni," tegasnya.

Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menjelaskan bahwa AIS tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perusahaan besar dan pelaku UMKM lokal.

Berbagai sektor usaha ikut berpartisipasi dalam penghargaan ini, mulai dari real estate, perhotelan, restoran dan kafe, industri, rumah sakit, perdagangan, jasa, hingga UMKM.

Sebelum ditetapkan sebagai penerima penghargaan, para peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan penilaian, termasuk pengisian kuesioner terkait kepatuhan perizinan dan evaluasi terhadap kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Dari 35 nominasi, terpilih 22 pelaku usaha terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan berupa plakat dan sertifikat Anugerah Investa Surabaya sebagai Terbaik I, II, dan III, serta kategori khusus UMKM,” kata Lasidi.

Ia berharap iklim investasi yang semakin kondusif dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Surabaya.

“Tentunya kami berharap dengan investasi yang semakin tumbuh akan semakin memperkecil angka pengangguran terbuka di Kota Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Litigasi dan Perizinan PT PAL Indonesia, Muhammad Tezar Emiral, yang turut menerima penghargaan AIS 2026, mengapresiasi kemudahan sistem perizinan yang diterapkan Pemkot Surabaya melalui DPMPTSP.

Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Keberadaan kami di Surabaya tidak terlepas dari amanat negara. Investasi yang dimaksud bukan hanya membantu pendapatan daerah, tetapi juga meningkatkan lapangan kerja di sekitarnya, serta mengentaskan kemiskinan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," ujarnya. (nov)